Apakah Sumur Bor Adalah Solusi Kekeringan..?

Mungkin bagi teman teman yang berwawasan luas sudah tahu jawaban dari judul artikel ini.

Namun sebagian besar orang di desa yang sering dilanda kekeringan di musim kemarau, akan menganggap bahwa sumur bor atau sumur artetis adalah satu satunya solusi dari masalah kekeringan yang melanda.

Dengan alasan dari kondisi ini admin akan menuangkan pikiran dan pendapat admin. Bagi teman teman yang mungkin nantinya tidak sependapat dengan pemikiran admin mungkin dapat menuangkan pemikiran atau ide teman teman di kolom komentar.

Langsung saja menanggapi apakah sumur bor adalah solusi untuk masalah kekeringan.? Maka pendapat admin adalah sebagai berikut ini.

Sumur bor memang bisa menjadi solusi untuk masalah kekeringan namun solusi ini hanya bisa membantu untuk kebutuhan air sehari sehari hari saja saja dan tidak akan dapat menjadi menjadi solusi kekeringan di lahan pertanian.

Dan sebagai catatan sumur bor ini hanya akan menjadi solusi jangka menengah jadi tidak akan bisa menjadi solusi untuk selamanya.

Lantas bagaimana cara mencari solusi yang bisa menjadi solusi jangka panjang?

Untuk mencari solusi jangka panjang maka kita harus identifikasi permasalahan terlebih dahulu. Karena dengan mengidentifikasi masalah maka kita dapat mencari solusi dengan tepat.

Permasalahan di setiap daerah kemungkinan akan berbeda beda. Kali ini admin akan memberi contoh yang dimana admin alami dan lihat sendiri yaitu di Desa Kawak Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara

Dari identifikasi masalah yang dapat admin simpulkan ada beberapa poin sebagai berikut ini

1. Tanah yang sudah semakin keras sehingga sulit menyerap air saat musim penghujan.

2. Jumlah populasi tanaman atau pohon dengan diameter yang besar telah banyak berkurang khususnya di daerah arus sungai

3. Tradisi menanggul kebun telah ditinggalkan bertahun tahun lamanya

Sebenarnya masih ada beberapa poin poin kecil namun menurut admin 3 poin masalah inilah yang sangat perlu di perhatikan.

Dan yang perlu disadari sebenarnya kekeringan di desa ini tidak serta merta langsung terjadi kekeringan namun sebenarnya telah terjadi penurunan debit air tanah dari tahun ketahun selama kurang lebih 15 tahun terakhir tanpa disadari oleh masyarakat desa kawak.

Penurunan debit air tanah ini sendiri ditandai dengan kering nya sumur sumur tradisional dan akhir digali lebih dalam lagi, lebih dalam lagi begitu seterusnya.

Dengan begitu kita tahu permasalahannya dan untuk mengembalikan butuh melakukan perawan yang lama atau tidak dapat secara instan.

Dan dari identifikasi masalah maka kita bisa mencari beberapa solusinya

1. Tanah yang keras akan sulit meresapkan air hujan kedalam tanah maka jika ini ada di kebun maka kita perlu melakukan rotasi tanah atau mencangkul tanah akan tidak keras. Selain itu dengan merotasi tanah di kebun akan membantu kebun menjadi lebih subur. Morotasi tanah di kebun ini cukup dilakukan 1 tahun sekali di awal musim penghujan dan dilakukan terus menerus di setiap tahun di awal musih penghujan.

Dan jika tanah yang keras ini ada di daerah perumahan maka akan lebih baik jika setiap rumah memiliki minimal 1 sumur resapan untuk meresapkan air hujan dan beberapa lubang biopori. Ini dilakukan mengingat di area perumahan telah banyak permukaan tanah yang tertutup oleh semen.

2. Kembali menanam jenis jenis pepohonan yang produktif atau bagus untuk mengikat air dan kelembapan. Beberapa pohon yang bagus untuk mengikat air adalah pohon bambu, pohon nangka, pohon beringin ( jenis pohon akar udara ) atau jenis jenis jenis pohon buah. Sebenarnya di Desa Kawak Melalui Organisasi Karang Taruna telah melalakukan penghijauan dari tahun ke tahun dan lebih dari 5 tahun, namun ini semua perlu dukungan nyata dari seluruh warga Desa Kawak

3. Diharapkan dari seluruh warga Desa Kawak yang memiliki kebun dapat menanggul kebunnya di setiap awal musih hujan. Karena dengan menanggul  kebun maka humus yang terdapat di kebun tidak hanyut sehingga kebun dapat semakin subur dan tanaman yang ada di kebun tersebut juga akan semakin subur. Dan menanggul kebun ini harus dilalukan selalu di setiap awal musim penghujan. Karena ini juga yang dulu dilakukan oleh para pendahulu kita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *